Posts

Mengapa Konsultan? Mengapa Accenture?

Berawal dari proyek baru salah satu rekan yang meminta saya menjadi narasumber: https://youtu.be/Rp6j5lRcNkU Saya menjadi banyak mendapatkan email dan direct message untuk menjawab beberapa pertanyaan lanjutan. Saya tertarik untuk melakukan elaborasi mengenai dampak positif apa yang saya dapatkan setelah tidak lagi bekerja pada bendera Accenture (karena saya sekarang sedang melanjutkan pendidikan doktoral) Kehidupan selepas resign  Berikut kiranya beberapa lima peningkatan utama yang saya rasakan; yang dapat saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara umum.  Proaktif  Kebiasaan mengambil inisiatif terlebih dahulu dalam menyelesaikan satu tantangan menurut saya cukup mengakar pada kehidupan selepas resign . Selama menjadi konsultan, kerap kali kita harus berada dalam posisi aktif, melakukan drive atas segala inisiatif atas kemajuan proyek kita.  Penentuan prioritas  Karena metode pembayaran seorang konsultan biasanya berdasarkan waktu (dalam hal ini hourly rate),

Alternatif Mendapatkan Kampus (Promotor), Beasiswa, dan Topik untuk Pendidikan Doktoral (S3)

Selepas menyelesaikan pendidikan master pada akhir tahun 2017, saya memang berencana untuk melanjutkan ke pendidikan doktoral (S3). Namun demikian, saya mencoba terlebih dahulu untuk menambah pengalaman saya di industri dengan bergabung di management consulting firm, Accenture.  Sembari bekerja, pada saat inilah saya mulai mencoba untuk mendaftar pada beberapa kesempatan untuk pendidikan doktoral, namun sayangnya belum membuahkan hasil.  Salah satu kendala yang saya hadapi adalah trade-off  antara a) kampus (promotor), b) ketersediaan beasiswa (funding), atau c) topik. Contoh kasus yang saya alami: saya pada waktu itu ingin mendalami topik Robotic Process Automation,  namun sulit sekali mencari kampus dan beasiswa yang tersedia (karena topik ini relatif baru). Salah universitas dan promotor yang menyediakan topik itu adalah School of Information System , Queensland University of Technology (QUT), namun saya belum berhasil menembus persaingan untuk bisa melanjutkan studi di sana. 

Menanti Panggilan ke Tanah Suci (I)

Image
Tra, nanti kalau memang lagi rezeki Umrah gih sana - Ibu Selepas selesai menyelesaikan studi di Inggris, Ibu pernah berkata demikian. Kala itu, saya hanya mengangguk saja. Lalu semua berlewat dan lalu begitu saja. Kemudian-kemudian yang lain Tepat pada awal dua ribu delapan belas ini, saya memang berniat untuk melakukan perpanjangan passport elektronik karena memang masa berlaku passport saya akan habis pada bulan Juni. Entah mengapa, proses antrian passport secara online bisa dibilang pada tahap mengerikan. Saya mencari tahu, ternyata memang pada awal tahun ini bisa dibilang musim umrah.  Saya biasa saja, sampai akhirnya menyadari beberapa teman saya memang banyak melakukan umrah, saya melihatnya melalui banyak postingan pada Facebook, Instagram, dll. Mengikuti secara tidak langsung Lantas entah mengapa, salah satu teman pada lingkaran satu saya juga ternyata sedang bepergian umrah. Entah mengapa (lagi), tanpa sengaja saya secara tidak langsung mengikuti proses persiapan

Pengalaman Melamar Kerja di Tokopedia: UX Researcher

Saya mendaftar melalui website karier Tokopedia: https://www.tokopedia.com/careers/ untuk beberapa posisi, di antaranya product owner, product analyst, dan UX Researcher. Setelah tiga hari berselang, saya mendapatkan panggilan untuk berproses pada posisi UX Researcher . UX Researcher Challenge Pada tahap ini, saya mendapatkan tantangan untuk: Assume you are working at an online marketplace. The company has decided to focus on working professionals (WP) and would like to improve the current shopping journey. Your mission as a UX researcher: Describe a research method you could do to gather insight on their habit and how to improve. Description should include an objective, at least 5 things you would like to gather from the study, the test method and how to conduct this research. Waktu pengerjaan adalah tiga hari, yang kemudian hasilnya dikirimkan melalui alamat email yang sama dengan menggunakan format PPT. 

MT STAR 2018: Sebuah Pengharapan

Prolog Saya memulai proses pencarian kerja setelah selesai mengumpulkan tesis; saya adalah mahasiswa M.Sc. Informatics dengan fokus studi Information Technology with Business and Management (ITBM) the University of Sussex, UK. Proses wisuda baru akan dilaksanakan pada Januari 2018, namun saya sudah mempersiapkan diri untuk proses pengabdian pada September 2017. #1 Online Application: 03 September 2017 Prosesnya cukup sederhana, hanya mengisi aplikasi online melalui http://www.dancommunity.com/mtstarapply serta melampirkan CV. Hal yang terpenting adalah pengisian Fungsi MT yang akan dipilih. Maka saya tentu mengajukan untuk posisi Information Technology(IT)/Information System(IS). Saya mendapatkan pengumuman untuk tahap selanjutnya: 20 September 2017 #2 Online Assessment: 23 September 2017 Danone bekerja sama dengan PT ASI Asia Pacific untuk menyelenggarakan online assessment ini. Tes sendiri terdiri dari enam bagian yang memakan waktu kurang lebih dua jam: Ver

A Review of Day's Restaurant Brighton: a First Experience of 'All You Can Eat'

Image
Life was getting tougher in the exam period of the University of Sussex. Trough the storm of exams, projects, and essay, my personal life was 'taken' during this period of time. Nevertheless, let the end begins!  To celebrate this 'little break' (this premise was chosen because I still have an exam left next week), I rewarded myself to enjoy an 'all you can eat' restaurant in Brighton:  Days - day's buffet restaurant.  This idea came from my roommate, whose this restaurant belong to his favourite one. In consequence, I spent my precious 15 GBP in order to get an access to the whole restaurant.  The Starter Let the starter begin. There was plenty of food to be chosen (if I can count it, it will be more than ten types of food). Don't get me wrong since I'm not a food lover, so I just picked almost all of them (excluding of those which restricted by my religion).  Here is the example of the starter kit. This is the visualisation of the

Ramah Tamah dari Park Village: Sebuah Acara Syukuran

Image
Pada kesempatan kali ini, saya mendapat undangan untuk menghadiri 'syukuran empat bulan' dari kehamilan Mbak Di, yang merupakan salah satu keluarga besar pelajar Indonesia di University of Sussex. Kali ini, acaranya bertempat di Park Village, sebuah flat dimana saya pernah berharap bisa mendapatkan satu tempat di sana. Acara dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu membaca beberapa surah, dilanjutkan dengan acara 'ramah-tamah'. Kegiatan kali ini menyenangkan bagi saya, karena bisa menjadi sarana refreshing  ditengah persiapan ujian. Selain bisa menjaga tali silaturahmi, saya juga bisa kembali mencicipi cita rasa masakan Indonesia di sini. Terima kasih untuk Mbak Di dan Mas Anca. Saya hanya memiliki sedikit foto. Sayang sekali, kebanyakan dari foto tersebut malah memiliki kualitas yang tidak baik, alias blur . Sekiranya suasana malam itu bisa ditengok pada foto di bawah ini. Suasana ramah tamah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Brighton di kediaman Mas Anca d