Bapak Tau Penjual Amplop Itu (Bagian II)

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Saya gak tau apa yang terjadi , tapi sepertinya saya, wida, dan adityo lagi keracunan soalnya di H-1 Makrab STEI mengusulkan kepada panitia bakalan adain acara 'mini love latters' yang ternyata di lapangan malah menimbulkan masalah kontroversial. Sungguh sedikitpun kami tidak bermaksud membuat acara yang bakalan membuat impact negatif . Kami (saya) mohon maaf apabila ada pihak yang terseinggung ataupun apalah namanya..



Terlepas dari itu , jum'at siang saya mendapatkan sms dari saudaara Iis . Ide Brilian !! Tidak terpikir sebelunya bahwa 'mini love latters' akan menggunakan amplop. Dan Iis request supaya saya membelinya dari bapak yang biasa berjualan amplop di depan Mesjid Salman ITB. Tapi sayang saya saat itu berniat Shalat di Mesjid yang ada didaerah Cisitu karena memang waktunya mepet . Dalam benak saya , Insya Allah selepas Shalat Jum'at saya akan pergi ke Salman kemudian membelinya dari Bapak tersebut.

Setelah Shalat saya langsung menuju ke area Salman , saya sempat khawatir apakah bapak tersebut masih berjualan atau tidak , karena waktu itu sudah menunjukkan pukul 13:05 . Tapi Alhamdulillah memang rezekinya bapak tersebut . Saya berhasil menemukan beliau tepat waktu sebelum beliau pulang .

Beliau dengan sabar masih menanti pembeli , saya yakin itu . Saya tau beliau dari foto yang diambil oleh bapak Rinaldi Munir. Beliau masih memakai pakaian yang sama sepertinya, hanya bedanya beliau tidak memakai jaket tersebut, langsung memakai kemeja abu-abu yang sudah lusuh.



Saya hampiri beliau , saya tanyakan berapa harga satu plastik yang berisikan sepuluh amplop tersebut , dan ternyata benar amplop tersebut beliau jual dengan harga seribu rupiah . Ini tentu kontras sekali dengan harga amplop di toko yang menjual dua amplop dengan harga lima ratus rupiah .

Tanpa basa-basi , saya bilang ke bapak tersebut bahwa saya memerlukan tiga ratus amplop . Terang saja bapak tersebut kaget , dan saya tidak melihat ekspresi dari bapak tersebut. Yang saya tau bapak tersebut dengan suara gemetar menawarkan saya apakah amplop dengan garis (frame) atau amplop polos saja . Ya Allah saya hampir saja menangis mendengar suara bapak tersebut.Pada akhirnya saya tunjuk ampop yang ada framenya saja .

Saya tanyakan berapa harga dari tiga ratus amplop yang saya beli ? beliau tidak menjawab . Saya tidak tau , beliau mungkin bingung belum pernah ada orang yang membeli amplop sebanyak itu . Di saat itu ada seorang pedagang minuman yang membantu kemudian menyebutkan "tiga puluh ribu dek"

Alhamdulillah , yang saya tau masih banyak orang yang peduli dengan bapak tersebut. Pedangang minuman tersebut juga membantu bapak membungkus amplop yang saya beli . Kemudian saya keluarkan selembar uang lima puluh ribu . Saya tidak bermaksud mengambil kembaliannya , saya kemudian bergegas pergi tapi si bapak segera pula mengambil empat pecahan uang lima ribu rupiah dan menyodorkannya kepada saya . Bapak tersebut tidak mau dan bersikeras kalau saya harus tetap mengambil kembaliannya . Akhirnya terpaksa saya ambil kembalian dan saya ucapkan terimakasih kepada bakak dan juga pedagang minuman yang ada disana.

Ditangan saya ada amplop dan juga kembalian dari bapak tersebut . Saya berjalan menuju parkiran , mata saya berkaca-kaca. Saya menyesal kenapa kembalian itu harus saya ambil ! seharusnya saya biarkan saja . Tapi disisi lain yang saya tau. Alhamdulillah bapak tersebut punya kembalian , yang artinya dagangan bapak hari itu laku. Insya Allah , semoga dugaan saya benar.

Foto oleh Admira Nuradzhani

Dengan amplop inilah misi  'mini love latters' dijalankan . Semoga kita sedikit banyak dapat membantu bapak tersebut . Estimasi saya 50% massa STEI 2011 mengungkapkan atau menuliskan apa yang ingin dituliskan kepada seseorang yang mereka kagumi . Sisanya isi kosong , ada yang menggambar rangkaian -_- , ada yang gambarin meme , ada yang nge-coding, ada yang Gaje hhaa

Untuk saya sendiri , saya tidak bisa menulsikan sebuah surat cinta . Karena masih ada yang lebih berhak menerima surat dari saya , seseorang disana yang selalu setia menunggu saya , ya begitulah hha

Dan akhirnya kita bermain , kita bersenang-senang. Berangkat bersama , makan bersama , Shalat berjamaah bersama , tidur bersama (eh ?) , nonton perform bersama , sinting bersama, perang tepung bersama .. Saya sungguh menikmati Makrab STEI2011 !!! Terimakasih semuanya :)

bagaimana dengan kalian ??
Selamat siang selamat belajar semuanya !

Foto oleh Admira Nuradzhani

You May Also Like

0 komentar