Celebrity On Vacation : Tour De Jogja (I)

Liburan semester ganjil ceritanya sudah tiba nih, jadi sebelum pulang saya berencana memutar sedikit sebelum akhirnya pulang ke Banjarbaru. Dengan budget seadanya bisalah sedikit melancong ke kota Yogyakarta yang memang terkenal dengan kearifan dan budaya lokalnya.

1. Check-In dan Malioboro 
Sambutan perdana di Malioboro
Jadi saya berangkat dari Bandung jam 20.00, dan benar saja sampai Yogyakarta pukul 04.00, beruntung saya mempunyai teman yang tinggal di Asrama Kalsel didaerah Jl.Kotabaru sehingga saya tidak mengalami kesulitan untuk tempat Pit Stop perdana. Jarak dari Stasion Tugu ke asrama hanya sekitar 10 menit, benar-benar letaknya dipusat kota dan itu sangat menguntungkan bagi para pelancong seperti saya. Beristirahat sebentar, kemudian sekitar jam delapan pagi saya bersiap-siap untuk makan dan perjalanan perdana. Perjalanan kali ini memang tanpa rencana, hanya mengikuti kata batin saja haha ..

Yang "bertugas" menjadi guide saya di perjalanan perdana kali ini adalah Nabila dan Naufal, nah berhubung kedua orang ini memang lagi available saat itu. Jadinya kami berencana bertemu sekitar jam 10 pagi (yang ternyata baru benar-benar ngumpul jam 12 siang). Akhirnya saya mengulur waktu dengan berjalan-jalan disekitar Malioboro. Disini ternyata pusat perbelanjaan oleh-oleh, keadaan waktu itu sangat ramai disertai sedikit rintik, saya pun berkeliling Malioboro (yang sangat luas) dengan menggunakan Becak.
Pusat belanja oleh-oleh, mungkin mirip sama Krisna atau Pasar Seni Sukowati  di Bali
2. Museum Kereta "Kuno"
Saking bosannya menunggu kedua guide datang, saya akhrirnya memutuskan untuk menuju Keraton duluan, nah disini sebelum masuk keraton saya mencoba terlebih dahulu untuk masuk ke "Museum Kereta Karaton". Disini dipamerkan kereta-kereta yang pada masanya digunakan oleh kerajaan Keraton. Keluarga Keraton kerap kali memakai kereta ini untuk kegiatan-kegiatan penting pada masa pemerintahan mereka. 

Biaya masuk untuk museum ini cukkup murah, yaitu Rp 3000,- dan Rp 1000,- untuk izin foto. Banyak sekali kereta yang dipamerkan, tentu saja semuanya adalah kereta legendaris dan "antik".
Keadaan didalam museum "Kereta Karaton"
3. Keraton Yogyakarta
Akhirnya setelah sekian lama terombang-ambing, saya berhasil bertemu dengan Nabila dan Naufal. dan sampai disini akhirnya saya selamat, merekalah yang memegang kendali perjalanan haha..

Untuk masuk kesini pengunjung hanya perlu membayar Rp 5000,-, ini tentu harga yang sangat terjangkau. Disini terlihat jelas bagaimana budaya Keraton Jogjakarta dijaga dengan sangat baik. Mulai dari bangunan, museum yang ada didalamnya, serta para abdi dalem yang ada di keraton membuat saya terkesima. Sungguh tradisi sangat dijaga dan terasa sangat kental. Disini juga ada pertunjukan (yang sayangnya terlewat) setiap pukul 10.00.

Beragam hal ada disini, dari motif batik, peralatan kerajaan, silsilah kerajaan, musik tradisional dll. Maka Keraton Yogya adalah tempat yang wajib anda kunjungi ketika berwisata ke Jogja.

Salah satu bangunan yang pertama kali "menyambut" kami
Nah ini yang pose aneh banget di Keraton pula -_- haha
Susah banget foto bertiga, dapat spot yang kurang bagus deh..
4. Taman Sari
Taman Sari ini masih dikawasan Malioboro-Keraton-Taman Sari. Tapi jaraknya bisa dikatakan tanggung, jadi praktis kami menggunakan becak untuk menjangkau tempat-tempat ini. Pada tujuan wisata kali ini lagi-lagi memiliki nilai sejarah. Di kawasan Taman Sari ini ada banyak hal yang bisa dikunjungi, tapi yang paling terkenal adalah sebuah kolam yang menjadi tempat mandi para selir. Konon ceritanya, sultan biasa melemparkan bunga ke kolam tempat para selir mandi, kemudian selir yang beruntung mendapatkan bunga tersebut mempunyai hak untuk mandi berdua bersama Sultan.
Terlihat jendela paling atas, dari tempat tersebut Sultan melemparkan bunga
Dan setelah itu kami mengililingi kawasan Taman Sari, meuju tempat yang bangunannya lumayan asri untuk dipandang. Kami memutar keatas, dan beginilah hasilnya :
Taman Sari bagian utara (mungkin haha)

5. Alun-Alun Selatan 
Setelah perjalanan ke Taman Sari, saking lelahnya setelah shalat Ashar saya sampai tertidur di mesjid yang ada di daerah itu. Selanjutnya ? Kami nangkring di Alun-alun selatan Jogjakarta. Kenapa yang Selatan ? soalnya disana lebih sepi dari pada alun-alun yang utara (karena waktu itu ada pasar malam), jadi kami memilih kawasan yang tidak macet. Disini kami menikmati kuliner sore, kemudian hal yang paling asik adalah "pesta lampu" yang ada di alun-alun selatan. Banyak sepeda yang disewakan di daerah ini, dan yang paling unik sepeda tersebut bentuknya beragam, ditambah lagi lampu-lampunya yang menghiasi alun-alun selatan. 

Nah beginilah kiranya salah satu bagian yang seru di alun-alun selantan :D
Yaps segitu dulu kali yah, terimakasih sudah menyempatkan dan tidak sengaja membaca post ini. Happy holiday for everyone who celebrate it :D

*Salam dari Jogja
Antragama Ewa Abbas

You May Also Like

0 komentar