Review : Habibie & Ainun

"Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu lebih berarti lebih dari siapapun" - B.J Habibie
Desember memang event yang pas bagi pecinta film seperti saya.  Kali ini film Indonesia "dihempaskan" dengan film yang diadopsi dari novel "Habibie & Ainun"  ini. 


Sekuel film ini diawali dengan masa kecil kehidupan Habibie dan Ainun ketika mereka masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan sentuhan drama kecil yang menarik disekuel ini terlihat awal mula pertemuan Habibie dan Ainun. Kemudian waktu berlalu, Ainun tumbuh menjadi sesosok perempuan yang sangat anggun, dikagumi banyak pria. Ainun mengambil studi kedokteran, sesuai dengan impian masa kecilnya, setelah sekian lama bertemulah dia dengan sosok "Rudy" Habibie yang telah menyelesaikan sekolahnya Jerman.

Cerita berlanjut, mereka menjalani hari dengan kebersamaan yang sangat romantis, kemudian memutuskan melakukan pernikahan secara sah. Kegigihan Ainun sangat diperlihatkan disini, bagaimana sosok beliau ketika berperan sebagai istri, dokter, dan ibu bagi anak-anak mereka. Kehidupan untuk mencapai kesuksesan tidaklah digapai dengan mudah. Maka saya percaya dengan pepatah bahwa : 
Dibalik seorang suami yang sukses, ada istri yang luar biasa yang mendukungnya
Bagian dari film ini berlannjut ketika dalam prosesnya Habibie dipanggil kembali ke Indonesia untuk membangun bangsa ini. Saya teringat cerita ayah saya mengenai sosok beliau, right person in the wrong time, bagaimana sosok beliau yang tulus untuk membangun bumi pertiwi, yang kemudian terganjal oleh urusan birokrasi dan politik yang menyebabkan situasi tidak berpihak kepada beliau. Lagi-lagi disini Ainun terus mengambil peran yang sangat besar dalam "pertahanan" Habibie yang sangat dasyat. Mampu membangun dan terus menjaga keharmonisan keluarga mereka.

Yaps begitulah kiranya gambaran singkat mengenai film ini. Memang layak mendapatkan sambutan hangat dari para penikmat film. Semoga kedepannya dunia perfilman Indonesia terus dan tetap mampu menghasilkan karya-karya terbaiknya.

salah satu petikan foto dari film "Habibie & Ainun"

Ketika berada di pesta dansa (bener gak sih? hha)
Kemudian saya sertakan puisi Habibie yang sangat terkenal itu :

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku . Read more at: http://hujangede.blogspot.com/2012/01/puisi-cinta-puisi-bapak-bj-habibie.html Copyright by hujangede.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ....

B.J. Habibie
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku . Read more at: http://hujangede.blogspot.com/2012/01/puisi-cinta-puisi-bapak-bj-habibie.html Copyright by hujangede.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku . Read more at: http://hujangede.blogspot.com/2012/01/puisi-cinta-puisi-bapak-bj-habibie.html Copyright by hujangede.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini

 
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku . Read more at: http://hujangede.blogspot.com/2012/01/puisi-cinta-puisi-bapak-bj-habibie.html Copyright by hujangede.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini





You May Also Like

3 komentar

  1. pesan saya, jangan nonton silent hill. Lebih baik nonton ainun habibie berkali-kali :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh Silent Hill juga bagus kok kk gina :") Jangan bersedih yah :3 hha

      Delete
    2. kamu jangan bhong ntra :") silent hill ga ramee

      Delete