about code ?

What most schools don't teach :



Kenapa pernah berpikir untuk menjadi seorang coder? sederhana, saya dulunya (entah sampai sekarang) adalah seseorang yang sangat addict dengan hal-hal yang berbau game. Oleh karena itu mimpi kedua saya selain menjadi seorang dokter adalah : mempunyai perusahaan game dengan salah satu produksinya sebuah game online yang mampu menyaingi produksi-produksi game korea, jepang dll

Begitulah cerita seorang anak labil yang sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah pertama (SMPN) 1 Banjarbaru. Saya sudah berkecimpung di dunia dota selama delapan tahun (walaupun skill saya sudah jauh dibawah rata-rata), delapan tahun pula berkecimpung dalam FIFA/PES/WE. Pernah memainkan ragnarok online, seal, point blank dan ayodance. Belum lagi dihitung dengan game-game ringan seperti ninja saga, rock legend dll.

Yah begitulah, dekat dengan dunia game membuat saya bercita-cita mempunyai karir di bidang IT. 

Entah ci(n)ta-cita smp saya akan terwujud atau tidak, tapi saya benar-benar percaya akan kekuatan "mimpi". Ketika SMA, saya mengikuti kegiatan untuk persiapan pelaksanaan UAN, ketika itu sang trainer menyuruh kami untuk menuliskan mimpi mengenai kuliah dan nilai UAN kami inginkan.
Saya menuliskan :
1. Teknik Informatika ITB
2. Mendapatkan Nilai Uan xx.xx

Untuk point kedua masih mungkin diwujudkan, tapi untuk point pertama ? sungguh sulit menembus STEI dengan keadaan saya saat itu. Well inilah kenyataan, Alhamdulillah takdir yang mempertemukan saya dan menjodohkan saya dengan STEI. Walaupun tidak akan menjadi programmer murni, saya akan menjadi system analys yang mempunyai kemampuan coder yang bagus (semi-programmer approach :p)
you don't have to be genius to know how to code, you just need to be determined - Vanessa
Pesan moral : semangat mengerjakan tubes OOP !

You May Also Like

5 komentar