Mt. Burangrang 2010 mdpl (Part II)

Oke sip, mari kita lanjutkan cerita aneh Burangrang ini sebelum lupa haha

**************
Sesampainya di Pos Perhutani, ternyata ada seorang penjaga yang berbicara kepada kami. Bahwa gunung Burangrang sudah tidak boleh lagi didaki sejak satu tahun yang lalu (loh kok bisa ?)

Jadi ceritanya pihak kopassus telah melarang segala bentuk aktivitas pendakian gunung karena khawatir akan mengganggu proses pelatihan militer (kedengarannya serem kan !!)

Namun si bapak berhati malaikat ini juga bercerita kepada kami, bahwasanya latihan militer tidak pernah dilakukan di gunung Burangrang, melainkan daerah Situ Lembang. permasalahannya sebenarnya adalah, jalan menuju Burangrang harus melewati penjagaan pos militer terlebih dahulu, inilah yang bermasalah karena kalau hoki dan penjaganya baik kita bakalan diperbolehkan mendaki gunung, namun tidak jarang pula bakal dicegat dan disuruh balik karena tidak memiliki izin. Jadi si bapak menawarkan solusi :
Rute yang harus ditempuh agar bisa melewati pos kopassus
Nah gambarnya jeas banget kan ? oke makasih ! HHA
Jadi sebenarnya secara default kami tinggal lurus untuk menuju pintung gerbang, kemudian berbelok ke kiri dan siap mendaki taraaaaaaa. Sayangnya kami harus  mengubah rute terlebih dahulu, kini kami harus memutar melewati pohon pinus yang cantik sesuai dengan jalur yang ditunjukkan dengan garis merah.
Ini dia deretan pohon pinus yang harus dilewati
Kembali lagi hutan pinus !
Dan perjalanan pun dimulai, kami menelusuri belantara pohon pinus dengan mengikuti rute yang diberikan secara mengawang-awang. Yah jalan dan jalan saja, sialnya setelah berada menuju situ lembang dan berhasil melewati pos militer, kami lupa bertanya kemana arah selanjutnya bung !

Begini kondisinya :
- Bagian depan : Jalan tidak meyakinkan, setapak dan menyeramkan (hutan)
- Ke arah kanan : Suatu gerbang tanpa penghuni
- ke arah kiri : Ada pos, dengan bendera merah putih berkibar

Disinilah akward moment terjadi. Krik krik krik krik jalan mana yang harus di tempuh ? pffff...

Untunglah ada orang baik tidak sengaja lewat, kami pun bertanya kepada orang lewat tersebut :
a : "kang, kalau ke Burangrang arah mana yah ?"
b : "lewat sana aja, nanti ada jalanya kok" (sambil menunjuk pos yang ada bendera merah putih)
a : "terma kasih kang" (tersenyum bangga)
b : "sama-sama"(sambil ngeluarin piso dengan tampang yang sangar)
Oke bagian yang terakhir cuman bercanda ada kok hha

Selanjutnya kami mendatangi pos tersebut, dan ternyata kejutan :""
Seorang tentara penjaga pos langsung kaget melihat kami yang datang dengan jalur yang tidak benar.

Yah percakapan disini tidak usah disebutkan lah yah, intinya kami disemprot dengan nada tinggi ala militer ! keren bung pengalaman baru HAHA
Kami langsung ke semfrot, dimarahin, disuruh pulang dan segera meninggalkan pos ini. Hancurlah perasaan enam orang para pejantan ini, melihat jalan menuju gunung Burangrang yang telah didepan mata, namun tidak bisa melanjutkan perjalanan :(

Akhirnya kami dideportase kembali ke pos perhutani, dan beginilah kondisi kami kira-kira :
kondisi setelah kembali ke pos perhutani
Sungguh capek bung ! naik turun bukit, eh malah kembali ke pos awal  -_- hari sudah menunjukkan pukul 11.30, kami (saya) merasa sangat kelelahan.

***************
Setelah melakukan diskusi dan ritual lainnya, singkat cerita si bapak dari pos perhutani bersedia mengantarkan kami melewati pos penjagaan dengan jalan tikus tadi. Ternyata jalan yang tidak meyakinkan tadi, itulah jalan menujun Burangrang. Kami kasih bapak tersebut sedikit uang (walaupun tidak seberapa, balasan atas kebaikan beliau :D)

Selanjutnya, mari berangkat !
Waktu sekarang 12.00 ~

You May Also Like

0 komentar