Dah, Jahim..

Jaket Himpunan alias Jahim, bagi mereka yang menimba ilmu di ITB (Institut Teknologi Bandung), barangkali adalah pakain paling "wah", paling berkesan, dan paling disayang. Entah kenapa, berdasarkan hasil survei mereka yang telah berhasil mendapatkan jahim akan meningkat kegantengannya sebesar 30%. Mendapatkan jahim ini sangat tidak mudah. Setiap himpunan punya standar tersendiri bagi para punggawa mereka agar berhak memakai jahim ini. 
Nama yang tersemat di Jahim saya
Nah sayangnya disuatu sore, ketika dengan kerennya saya telah selesai membawa motor saya untuk di service, saya pun berniat pulang ke asrama untuk beristirahat. Karena hari itu lumayan adem, saya memutuskan untuk menggantung jahim saya di tas. Ketika sampai di pertigaan cisitu, seorang pengendara bermotor berkata :
Mas, jaketnya nyangkut di rantai !
Seketika saya bingung, hah maksudnya ? Sepersekian detik selanjutnya motor saya tiba-tiba terhenti. Dan ban belakang motor saya tidak bisa digerakkan. Saya melihat kebawah, astagfirullah, jahim saya sydah terlilit parah di gear belakang :(

Tidak hanya sampai disitu, saya panik, saya sudah mengakibatkan kemacetan panjang karena motor ini tidak bisa dipindah. Suara klakson sudah terdengan meraung-meraung. Pada fase ini saya benar-benar tidak bisa berfikir jernih :( Ah, Beruntung ada dua orang petugas cafe yang membantu saya mengangkat motor ini, kemudian memindahkannya ke halaman kafe.

Jadilah jahim ini berhasil dicopot dari gear belakang motor ini :
Kerusakan parah : Bagian lengan kanan

Kerusakan parah : Bagian belakang
Ah saya sebenarnya terlampau sedih mengenai insiden ini. Tapi saya bersyukur musibah ini tidak secara langsung mengenai diri saya. Untuk masalah sparta, saya sudah mendapat kiriman jahim dari fajrin yang berada di Makassar. Saya sudah ikhlas memuseumkan jahim ini di lemari saya :)

Ah sudahlah, tahun depan masih bisa mesan lagi.
Ah sudahlah, kontribusi bisa dilakukan tanpa embel-embel jahim

You May Also Like

0 komentar