#StudyAbroad1

Poster Temu Tokoh Pemerintah dan Study Abroad
Nah satu lagi acara talkshow yang bagus untuk diikuti. Saya sendiri bersama empat orang teman saya secara random mendaftar acara ini. Tentu saja ini acara berbeda dari acara talkshow lainnya, karena kuota untuk peserta diskusi ini hanya seratus pendaftar pertama saja. 

Dua tokoh yang diundang sangat inspiratif, bisa dilihat dari poster tersebut bahwa diskusi kali ini menghadirkan dua tokoh, yaitu pak Muuhammad Sohibul Iman (wakil ketua DPR RI) dan Kang Ucuf (Sekjen PPI belanda sekaligus mantan presiden KM ITB). Secara pribadi saya menunggu-nunggu untuk bisa berdiskusi secara lanGsung dengan Kang Ucuf, karena selama ini saya hanya bisa "mengunjungi" profil facebook beliau :D

******
Sesi satu pun dimulai, saya tidak menyangka bahwa pak Doktor Sohibul Iman menyampakain materi yang sangat menarik. Beliau mengisahkan bagaimana kisah hidup beliau (takdir yang menbawa beliau menempuh pendidikan S1 hingga S3 di Jepang), kemudian bagaimana mempertahanan keyakinan serta keyakinan disana, serta sedikit spoiler mengenai budaya Jepang.

Beliau memaparkan lima hal yang harus diperhatikan ketika kita ingin menjadi mahasiswa aktivis yang kompeten (saya lupa karena tidak mencatat) #Maafkan

Beliau juga memaparkan mengenai tingkat kesalehan manusia menurut pandangan beliau :
1. Kesalehan Spritual
2. Kesalehan Sosial
3. Kesalehan Susila
4. Kesalehan (?)

Waduh maafkan saya pak, saya "sedikit" mengantuk pada sesi ini. Namun ada dua sisi lain yang saya dapatkan. Pertama, mengenai prinsip hidup : Do the Best. Allah merumuskan jalan hidup yang kita lalui, terkadang jalan itu pun berliku, zig zag, eksponensial tidak tertata. Apapun yang terjadi dalam hidupmu sekarang, just do the best !
“Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu” QS : Al-Baqarah 216 

Kedua, mengenai kesalahan. Beliau menyadarkan saya dengan pernyataan sebagai berikut :
Belajarlah, berbuatlah kesalahan sebanyak mungkin di waktu muda. Ketika anda masih muda tidak akan ada yang mengingat kesalahan anda. Ketika anda sudah tua kelak, sudah memegang amanah, tanggung jawab serta jabatan, satu kesalahan saja sudah cukup membuat anda diingat semua orang
Oke betul sekali. Kemudian kenapa kita takut salah ? Atau kemudian kenapa kita takut akan kegagalan ? :)
Do The Best, Antra :)

You May Also Like

0 komentar