Jangan Mau Masuk S-1 ITB !

Ini tulisan apaan? Sebelumnya baca dulu artikel ini : Jangan Masuk S-1 ITB. Tulisan ini hanya sekedar intermezzo dari saya semata atas fenomena merebaknya artikel ini di homepage facebook saya. 

Oke sip ? sudah dibaca ? nah tulisannya memang sedikit berantakan dan tidak rapi, tapi saya cukup bisa menangkap apa yang ingin diungkapkan penulis. Tulisan diatas memang sedikit fenomenal, dengan analogi menggunakan sample sederhana penulis menyatakan beberapa fakta yang dialaminya, kemudian menyimpulkannya secara general. Ah baca saja komentar dibawahnya, berdebat tidak jelas kemana arahnya.

********
Kampus kita, dimanapun kita yang berkesempatan kuliah seharusnya sudah dewasa untuk tidak berlaku "nyeleneh". Kebanggaan atas kampus memang perlu, namun harus tetap dalam kodratnya. Demikian pula, tidak adanya rasa bangga akan kampus sendiri menunjukkan rasa ketidaksyukuran atas kesempatan yang diberikan sang MahaKuasa kepada kita. Tugas kita jelas, menimpa diri, memantaskan diri agar bisa mengambil alih kepemimpinan yang kelak akan ditinggalkan oleh generasi tua.

Setiap kampus punya kesulitan sendiri, punya ciri khasnya sendiri, atau punya cara tersendiri dalam menyikapi kesempatan yang telah sampai kepada pribadi kita. Terkadang banyak tanggapan miring :
"Ah ditempat gue kuliahnya susah, tidur kurang, begadang terus, ujian terus" - si A
"Di tempat lu mah gak ada apa-apanya, di tempat gue praktikumnya sampai enam jam, susah tidur, salah sedikit ngulang bla bla lba" - si B 
 "Astaga UTS gue susah banget loh, bisa rata kalau belajarnya gak satu minggu sebelumnya, tubesnya kayak badai cetar membahana, belum lagi laporan bla bla" - si C
Oh plise men, setiap dari kita punya masalah. Dan yah kenapa orang lain terlihat fine-fine aja ? Karena mulut mereka tidak mengetahui masalah tersebut, mulut mereka senantiasa menebar senyum kebahagiaan dan menebar aura positif ke lingkungan mereka berada :)

Jadi tetap berusaha senetral mungkin, berbanggalah dalam batasnya, bersyukurlah tanpa batas, berbuatlah sebaik mungkin kan. Lebih asik baca artikel yang kayak begini : Versus or Featuring
jangan masuk S1 ITB, jika memang tidak siap untuk bekerja keras.
Yap saya rasa semua kampus sama saja. Perlu bekerja keras. Terlepas dari itu semua, tinggal pilihan, takdir, dan keberuntungan yang akan membawa kita kemana. Tugas kita tetap sama, Belajar.
"Putra-Putri Terbaik Bangsa" Semboyan ini sejak tahun 2011 dihilangkan dari peredaran, entah kenapa muncul lagi di tahun 2013. Foto dari : Prof. Iwan Pranoto
Well,
Terimakasih sudah menyempatkan membaca,
Salam.

You May Also Like

2 komentar