Pencuri waktu (I)

Banjarbaru, Oktober 2013
Beruntung kali ini berkesempatan pulang ke kampung halaman. Sungguh kesempatan yang sederhana, tapi penuh keceriaan didalamnya. Mendapatkan waktu tiga hari, sayapun "menghilang" dari seluruh kehidupan kampus yang fana, sungguh lega rasanya bisa menipu diri walaupun sesaat.

Dijemput di bandara oleh adik tercinta, kemudian memberikan kejutan kepada kedua orang tua bahwa kali ini saya pulang tanpa memberi tahu kabarnya terlebih dahulu, sungguh menyenangkan :) Malam itu langsung makan malam super istimewa di warung pak shio, yang memang menjadi tempat dinner favorite keluarga kami.

Besoknya, berkeliling dan "nyampah" bareng gengs tercinta, walaupun tidak lengkap, keberadaan Yasqi, Gina, dan Tayes benar-benar membuat kangen saya terobati. Lagi-lagi bertemu mereka adalah momen yang selalu menyenangkan, bukan begitu kawan :) Tetap dengan ritual biasa : Dance Dance Revolution (DDR) Strikes Back ! Saya lumayan terkejut melihat peningkatan skil Tyas dalam permainan ini, alkisah beliau berhasil menghilangkan delapan kg berat badan karena sering berlatih DDR waktu liburan. Satu pelajaran yang semakin saya percaya khasiatnya : tidak ada kata putus asa bagi mereka yang selalu berusaha, memiliki jiwa petarung, terus maju dalam nikmatnya perjuangan #mulaiNgaco

Kemudian saya bertemu dengan kakek-nenek, lantas membantu beliau berdua memanen jagung di sawah (yang super luas) di belakang rumah. Kamipun kemudian bertukar cerita dipenuhi canda dan tawa. Ahm sungguh sederhana, sungguh menyenangkan, dan sungguh berkesan. 

Malam takbiran dilewatkan dirumah saja, mengerjakan sedikit tugas dari kampus, karena memang malam itu saya benar-benar merasa capek. Ada satu agenda padahal malam itu, namun sayang sekali belum bisa dilaksanakan. Begitulah, takbir terdengar :
"allahuakbar allahuakbar walillahilham"

You May Also Like

0 komentar