Pencuri waktu (II)

Banjarbaru, Oktober 2013
Takbir bergema, kami sekeluarga solat Idul Adha di lapangan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru. Ketika sudah selesai, bergegas ke rumah kakek-nenek lagi untuk kumpul keluarga. Setelahnya kembali menjadlankan agenda biasa : menyempatkan diri mampir kerumah teman-teman bapak.

Semua agenda berakhir pukul sebelas siang, wah sebagai makluk yang hidup malam hari, saya perlu menabung energi terlebih dahulu. Tidur siang selama dua jam lebih menjadi pilihan. Sungguh produktif bukan ? haha 

Saya kembali mengerjakan sedikit tugas, supaya bisa mencicil pekerjaan kampus yang "menghantui". Nah barulah pada sore hari saya bersama mamah tersayang kembali memasak sate padang yang super enak, karena ada request dari anggota gengs yang ingin merasakan sate Padang ala tante Risna. Yap kami selesaikan dengan cepat, tepat, dan penuh cinta haha

Sayang sekali, nampaknya sate padang ini masih terlalu pedas :( Cowok lembut bernama Yasqi masih saja merasa bahwa sate ini terlalu pedas, dan berakhir dengan keringat yang membahana. Sangat Indonesia, kenapa ?
"Orang Indonesia itu unik, ketika bekerja kita tidak berkeringat, tapi ketika makan kita sangat berkeringat"

Yap begitulah, kali ini selaing gengs ada tambahan tamu tidak diundang, baca : Octavia Rizky Prasetyo, ternyata kehadaran doi sangat membawa berkah, saya mendapat agenda jalan-jalan untuk mengisi malam kali ini biar produktif, yaitu melacong ke Rumah Echa. Alhamdulillah doi mau menjadi supir selama perjalanan HAHA #maafkanKamiTeman

Jadi singkatnya, saya juga bertemu dengan Rian Azhar dan Sonia Jkt 48, dan berangkatlah kami untuk jalan-jalan di malam hari ditengah galaunya lagu yang sedang diputar di mobil.
Was stolen from IG : @soniadahlia
Baru sadar muka saya itu.. -_-


You May Also Like

2 komentar

  1. bikinin lagi dong nanti tante risna sate padangnya :3

    ReplyDelete
  2. nanti kapan-kapan yak dibikinin lagi :3

    ReplyDelete