Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Aku selalu saja kalah dengan bayangan wanita bermata sendu, yang tatapannya mampu meruntuhkan pertahanan dan benteng-benteng yang telah dibangun kokoh, sangat kokoh, ditempat tersimpannya sesuatu yang sangat abstrak, sulit dipahami, bernama perasaan, sebuah tempat bernama hati.

Bahkan terbenamnya matahari senja tidak akan bisa mengalahkan bayangan wanita ini, senyumannya yang sederhana, sangat dalam, mampu menerobos ke rongga-rogga yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.

Maka dimana wanita bermata sendu kini berada? menghilang, sampai keadaan bersiap menjawab kegelisahan yang selama ini menggerogoti hatinya. 
"Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri" - kau, aku dan sepucuk angpau merah
Namun bagi mereka yang pantas, kemudian memantaskan diri. Jalan cinta tidak akan bisa didefinisikan oleh orang lain. Mereka yang mempunyai tekad, pantas menuliskan jalan cintanya sendiri. Rumit, penuh liku, tetapi kita berhak mendefinisikannya, bila kita punya rencana dan percaya.
Sejak hari itu, tidak ada lagi nan misterius di wajahnya. Dia sama riangnya dengan seluruh gadis di Pontianak, tempat dia kembali mengajar - Epilog
Kau, Aku, dan Sepucuk Angkapau Merah. Terkadang kisah cinta selalu sederhana, tapi tahukah kau kawan ? bagi mereka yang mengalaminya, sungguh dunia terasa membuatmu mual. Sungguh. Tapi yang kau pasti tau, perasaan itu amatlah membahagiakan. Maka definisikanlah jalan cinta kita masing-masing.

Sekali lagi, untuk wanita yang teduh hatinya, kemudian memiliki mata sendu disana. Sungguh kesabaran adalah jawaban yang indah.

Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Note : buku ini sangat saya rekomendasikan :)

You May Also Like

2 komentar