Do You ?

Lagi-lagi, nampak tatapan wanita bermata sendu berhasil meruntuhkan pertahanan yang telah dibuat sedimikian rupa. Bahwa kelembutan hati serang wanita terbukti, bisa memunculkan perasaan sendiri yang tidak akan pernah bisa diukur.

Bukan begitu ? Coba saja tanyakan kepada Nathan, bahkan dia tau kala itu, ketika senyuman sendu tersebut menghiasi wajahnya. Sederhana, namun benar-benar bisa membuat suatu ruang kosong seperti menemukan pemiliknya.

Kala itu bahkan, tiada lagi yang Nathan pikirkan selain bersyukur, bahwa ternyata dipertemukan dengan wanita bermata sendu adalah salah satu hal terindah dalam hidupnya.

Do You ? Pertanyaan sederhana tersebut tidak akan pernah terjawab, sampai kapanpun. Bahkan angin yang terus berhembus ternyata tidak pernah membawa pesan yang akan disampaikan kepada Nathan.

Maka teringatlah kepada masa lalu, bahkan ketika Nathan masih bisa bertemu wanita itu setiap harinya, disetiap kesempatan ketika pagi hari menjemput, sampai sore hari menampakkan wajahnya.

Terbitlah, kenangan Nathan memang sangat abstrak. Kala itu dia berkesempatan, tapi tidak menyampaikan. Menyederhanakan pikiran yang abstrak tentu sangat sulit bukan ?

Wanita bermata sendu, memiliki senyum yang amat tipis, namun percayalah, sangat meyejukkan hati.

Do You ? maka kala itu Nathan haruslah tetap percaya, bahwa suatu saat jawaban akan segala keabstrakan dirinya akan terjawab. 
Terus saja berlari, jangan sampai engkau lelah, hingga lelah itu lelah mengejar dirimu. Terus saja berlari, jangan sampai engkau jenuh, hingga jenuh tersebut jenuh mengejar dirimu.
Do You ? Alunannya begitu menentramkan bukan ? Nathan kali ini percaya, dia percaya, dia mendengarkan sebuah lagu yang dibawakan oleh hujan malam ini. Lagu yang hanya bisa didengarkan oleh mereka yang sedang merindu, sederhana, sekali lagi begitu sederhana.

Kemudian dibukanya satu kotak kosong, berisi jati diri yang telah lama ia benamkan, berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, untuk wanita bermata sendu. Terbitlah, kemudian percayalah. 

Kadang, sosok bermata sendu begitu abstrak bagi Nathan
Sumber Foto : Disini 

You May Also Like

0 komentar