DBL apa kabar ?

Kala itu tidak bisa dbayangkan betapa bergetarnya para pendukung SMANSA (julukan untuk sekolah SMAN 1 Banjarbaru). Sampai memasuki kuarter ke-3, kedua tim saling mengejar ketertinggalan poin. Namun entah kenapa, di kuarter empat kami "kecolongan" banyak poin, yang tentu saja berakibat kekalahan.

SMAN 1 Banjarbaru vs SMAN 2 Banjarmasin : 41-68. Kami tentu sedih, sangat sedih kala itu. Disaat tim putri belum berhasil menyandang gelar juara, tim putra ternyata belum berhasil juga. Saya melihat teman sebangku saya, tersungkur bersedih di pinggir lapangan, yap, kala itu sang superstar, Hutama Satria Wibawa, menangis.

Kami bahkan terikut bersemangat mendukung tim kesayangan kami, tentu saja, perjuangan mereka di lapangan tentu sangatlah berat. Tidak peduli berapapun hasilnya, kami belum menang kala itu, tapi kami percaya, kami bisa.

Itu lah cerita di DBL 2010. Kala itu saya mengemban "amanah" untuk bisa mendukung segala bentuk kegiatan kesiswaan di SMANSA, tentu, saya (kami) mendukung sepenuhnya, membawa massa sebanyak-banyaknya dan tidak pernah berhenti bersuara.

Kali itu kami belum juara, belum mengawinkan gelar, tapi kamu sudah menang. Itu kemudian menjadi sepotong ingatan saya untuk DBL 2010. 

*****

(Developmental Basketball League) DBL tentu menjadi incaran bagi seluruh pebasket muda kala itu. Nampaknya zaman belum berganti. Dan tidak terasa waktu berlalu begitu saja, kini sudah memasuki DBL 2014. Kami selalu berusaha menjaga tradisi untuk menjadi juara sejak tahun 2008. Dan tentu itu dibayar dengan kerja keras bukan ?
Superstar berganti, bibit baru tumbuh, suaranya terdengar keseluruh penjuru. Tahukah? Aku bangga pernah menjadi bagian dari SMANSA.
SMAN 1 Banjarbaru kawinkan gelar - Jawa Post
Masih ramai seperti dahulu kala, pendukung SMANSA Banjarbaru.
CHAMPION Return !

You May Also Like

0 komentar