Jokowi ditolak di TB ?

Nah belakangan ini banyak sekali berita yang 'melebih-lebihkan' pemberitaan penolakan Jokowi di kampus ITB. Sekali lagi, ada yang pro, ada yang kontra. Saya senang sekali mengutip tulisn dosen saya, budi raharjo, yang begitu kritis menyikapi hal ini. Berikut kutipan tersebut :
Nampaknya usaha pemerintah mengendalikan mahasiswa berhasil. Mahasiswa sekarang memang sudah menjadi anak baik yang fokus kepada kuliah dan lulus saja. Mahasiswa menjadi tidak relevan dan tidak perlu ditakuti oleh pemerintah lagi. Mahasiswa sudah menjadi kucing, bukan harimau. Kita tunggu saja nanti. Kekurangan pemimpin akan terus berlangsung. Golput akan tetap menjadi dominan.
Dipandang sebagai sudut pandang lainnya, saya juga salut terhadap ketua KM-ITB. Proses sterilisasi kampus dari politik merupakan kebijakan kongres, yang didalamnya terdapat senator, utusan dari Himpunan Jurusan. Saya yakin ketua KM-ITB dan segenap teman-teman mahasiswa yang melakukan aksi merupakan bagian dari rasa hormat yang mereka tunjukkan atas hasil dari rapat kongres tersebut.

Cukup.

Terlepas dari hal tersebut, maka cukup sudah pemberitaan terhadap penolakan Jokowi. Saya merupakan pihak yang netral, saya berada didalam aula timur ITB ketika aksi tersebut berlangsung.

Terlepas dari kegiatan politik, Jokowi memang kandidat yang mempunyai potensi menang yang tinggi pada pilpres mendatang. Kedatangannya selalu ditunggu, kadang kontroversial, namun selalu mendapat 'sambutan' yang begitu meriah.

Pada saat itu, saya berkesempatan untuk bersalaman langsung dengan beliau. Dari sana saya tau, beliau adalah orang yang ramah. Selama lima detik beliau menatap mata saya, kemudian tersenyum kecil.

Terlepas dari sikap politik, saya sungguh menghargai beliau sebagai seorang pemimpin. 
Tidak pernah 'sedekat' ini #Jokowi

You May Also Like

0 komentar