Cukup dan Syukur ?

Saudagar hidup begitu kaya, mampu membeli apapun dengan kekayannya, membangun rumah yang begitu megah, perhiasan disana sini, dibuat dari logam-logam yang begitu mahal. Pagarnya tinggi menjulang, pengamanan super ketat. Ah saudagar tersebut masih saja merasa was-was akan semua harta yang dimilikinya, takut dicuri, takut dirampas, takut diambil oleh orang lain. Was-was.

Pemeran utama sekali lagi lewat, bermain peran dengan begitu indah, begitu mempesona dengan wajah yang cantik jelita. Jangan tanyakan berapa banyak karakter yang dia mainkan, serba bisa, berbagai mimik dan bahasa tubuh, sungguh menawan. Ah kala itu dia tidak bisa pergi kemana-kemana. Tampil sedikit, banyak sekali orang-orang asing yang mengenalnya. Kadang berlebihan, menjadi mengancam, ah dia begitu dikenali orang. Tidak ada lagi kebebasan berekspresi, tidak adalagi rahasia yang tersembunyi. Tampaknya dia bingung kemana harus berlari. Bingung.

Direktur utama kali ini datang, jangan tanyakan sikap hormat bawahannya. Dikagumi para karyawannya, tidak sedikit pula yang mengincar jabatannya. Tampaknya sang direktur tidak tidur tadi malam. Memikirkan peliknya gejolak bisnis yang sedang menggeliat. Ah dimana ketenangan, gumamnya. 
********

Mau menjadi apa kita? tampaknya dimanapun kita, apapun posisi kita selalu rasa cukup dan syukurlah yang akan menyelamatkan kita :)
"Maka, nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang engkau dustakan?" (QS Ar-Rahmaan: 13) 
Sampai kadang kita tersadar, bahkan diposisi sekarang, betapa banyak nikmat yang telah diberikan kepada kita :) 

You May Also Like

5 komentar

  1. Aku bersyukur kok pnya sahbat nyebelin bgt kaya kamu :" wkwk

    ReplyDelete
  2. hmm aku juga bersyukur punya sahabat yang 'kadang-kadang' terus 'tiba-tiba' sensitif hahah :") *kabur

    ReplyDelete