Tidak Cumlaude, Lomba Poster, dan Perjalanan Masing-Masing

Tidak Cumlaude

Jangankan berpikiran cumlaude, dahulu kala pada tingkat satu cita-cita saya hanya sebatas "lulus" dengan IPK > 3 sudah merupakan cita-cita yang rasional. Deras dan rimbanya tingkat perkulihan di ITB menambatkan saya pada cita-cita sederhana tersebut. 

Tidak "cumlaude" sebenarnya tidak ada korelasi apapun dengan ambisi maupun target saya selama kuliah. Namun pada penghujung, sedikit terselip bahwa ada "sedikit penyesalan" bahwasanya tidak bisa mempersembahkan "apa-apa" ketika orang tua datang menghadiri malam syukuran wisuda dan prosesi wisuda . Orang tua tidak bisa mendapatkan "tempat duduk spesial", tidak ada prosesi apapun, hening.

Mengikhlaskan, Lomba Poster, dan Cara Lain

Saya meminta maaf karena kala itu tidak bisa mempersembahkan "apa-apa" kepada orang tua saya. Saya memohon izin karena tidak bisa memberikan apa yang saya berikan ketika masa SD sampai SMA (tempat spesial, penghargaan terbaik, dan hal-hal lainnya).

Saya hanya berdoa semoga orang tua saya bisa berbangga di hari kelulusan anaknya kelak. Maka sepertinya Allah swt amat teramat berbaik hati menjawab doa saya.
Saya mendapatkan penghargaan atas Poster Terbaik Tugas Akhir (TA)
Maka sejenak saya semakin percaya dengan prinsip bahwa setiap orang sudah memiliki cara dan jalannya masing-masing.

Saya Salah

Toh ternyata saya salah, dalam pembicaraan larut malam, tanpa berkesempatan memenangi lomba tersebut sebenarnya orang tua tetaplah orang tua yang akan selalu senang dengan keadaan anaknya, tanpa kurang, tanpa lebih. Setiap orang tua nampaknya selalu tulus, tidak peduli cumlaude ataukah tidak. Tidak peduli parameter apapun. Mereka mencintai tanpa alasan, maka saya menyadari bahwa saya salah :)
Berfoto pada malam syukuran wisuda.

Tidak Cumlaude dan "Pencapaian Lainnya"

Maka hari itu saya pulang dengan rasa syukur yang amat teramat dalam. Pun bisa termasuk dalam hitungan dalam tidak, apabila saya disuruh memilih, saya tetap akan memilih "tidak cumlaude" apabila disertai dengan pencapaian dan nikmat lain yang begitu besar yang telah saya dapatkan.

Alhamdulillah. Salam,

Antragama Ewa Abbas. 

You May Also Like

0 komentar