Tips LPDP

Saya mau para pembaca berani bermimpi dan berpikir “Syafira yang gini aja bisa, berarti saya juga bisa” - Syafira Fitri Auliya

Kutipan diatas merupakan kutipan luar biasa yang bersumber dari kakak tingkat semasa kuliah dahulu. Pun saya termasuk dalam kategori "pas-pasan". Tidak memiliki LoA dari Universitas (tujuan pun belum tahu kemana), kemampuan Bahasa Inggris yang payah (pernah mempunyai skor TOEFL 467), kecerdasan intelektual yang pas-pasan, dan segudang kekurangan lainnya.

Namun demikian, LPDP masih saja berbaik hati mau memberikan slot beasiswa-nya kepada orang yang berkategori "pas-pasan". Jadi, saya sepertinya mempunyai tanggung jawab untuk menyebarkan semangat ini ke penjuru negeri. Yang teman-teman butuhkan hanya satu hal: MIMPI.

Tips ini mengacu kepada syarat pemenuhan beasiswa LPDP Periode ke IV tahun 2015. Sebelum masuk ke bagian teknis, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan beasiswa LPDP.

Kenapa Beasiswa LPDP?

Logo LPDP (sumber: website LPDP)
  1. Full Scholarship. Paket Lengkap. Meliputi biaya pendidikan dan biaya pendukung seperti transportasi, asuransi, visa, kebutuhan hidup, dll.
  2. Terjangkau. Opini yang berkembang: tidak ada batas kuota, persaingan yang dilakukan adalah persaingan terhadap diri sendiri memenuhi standar beasiswa LPDP. Saat ini sudah mencapai PK-50, dalam artian sudah ada sekitar 5.000 orang yang mendapat beasiswa ini semenjak tahun 2013. Angka ini tentu fantastis apabila dibandingkan head-to-head dengan jumlah penerima beasiswa lainnya seperti Erasmus Mundus atau Chevening.
  3. Sepanjang Tahun. LPDP membuka empat periode setiap tahunnya. Apply kapanpun, dimanapun :)

Persyaratan (Tahap) Administrasi

  1. Ijazah Studi Terakhir.

  2. Transkrip Nilai (IPK). Pastikan memiliki IPK lebih dari 3.

  3. Essay. Menurut hemat saya, essay merupakan amunisi perang yang paling penting. Hal ini penting karena dari essay inilah akan tercermin gambaran dan tujuan hidup dari calon awardee. Buatlah Essay dengan maksimal. Terdapat beberapa jenis update dari essay yang harus kita buat:
    1. ESSAY 1: Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya (500-700 kata),
    2. ESSAY 2: Sukses Terbesar dalam Hidupku (500-700 kata),
    3. ESSAY 3: Rencana Studi (500-700 kata)
      Tips yang bisa saya berikan adalah "Put your soul into your essay", sehingga ketika dibaca nanti essay tersebut menjadi hidup :) lakukan pula riset mengenai fakta-fakta yang dibutuhkan.
      Untuk teknis dan tips secara lebih lengkap, anda bisa mengunjungi halaman berikut: Tips Mendapatkan Beasiswa LPDP: Essay
  4. Sertifikat Bahasa Asing. Pencarian sertifikat bahasa asing bisa saya kategorikan sebagai tantangan paling menyenangkan ketika mempersiapkan beasiswa LPDP ini. Pencarian jati diri saya mengenai bahasa asing ini dimulai ketika melakukan assessment pertama sekitar tahun 2013 yang menghasilkan skor 467. Saya kemudian mengambil tes kembali dengan rentetan sebagai berikut: 530 (DT-Global English), 103/530 (ELTP), 517 (ITP), 517 (DT-Skill Institute).
    Masih jauh rasanya bukan dari skor 550? hal ini sebenarnya terjadi karena saya "bandel" ketika diamanatkan ayah saya dahulu (ketika SMP dan SMA) untuk belajar bahasa inggris. Saya pun baru terkena dampaknya sekarang. Semenjak skor pertama keluar, saya mulai mencicil sedikit demi sedikit untuk belajar bahasa inggris. Sampai puncaknya, saya melakukan migrasi dari TOEFL ke IELTS pada September 2015 (hal ini didasari melihat peluang bahwasanya saya lebih sedikit "oke" mengerjakan soal bahasa inggris yang bersifat praktikal daripada teoritikal).
    Salah satu keputusan saya yang paling berhasil adalah mengikuti Les IELTS Intensive di IEDUC Bandung selama satu bulan. Pun saya diremehkan, tidak mungkin katanya, tidak bisa katanya, agak sulit katanya dan beribu kata lainnya, pada akhirnya saya mendapatkan nilai 6.5.

    "Semenjak hari itu, saya tidak akan pernah bermain-main lagi dengan perkataan Ayah. Dan semenjak hari itu saya semakin sadar, sungguh nikmat Allah swt manakah yang bisa saya dustakan."

  5. Surat Rekomendasi. Mintalah rekomendasi kepada dosen yang kiranya sudah mengenal baik diri teman-teman. Surat rekomendasi LPDP memiliki template khusus, salah satu isi template tersebut adalah pemberian rating (dari kurang - sangat baik) untuk nilai-nilai yang sesuai dengan visi misi LPDP, seperti: nasionalisme, idealisme, kepemimpinan, dll. Ada kemungkinan isi rekomendasi ini harus teman-teman pertanggung jawabkan ketika tahap wawancara nanti. Saya sendiri meminta rekomendasi dari dosen yang merupakan kaprodi, sekaligus dosen pembimbing, dosen pengajar serta pimpinan teknis dari proyek yang kala itu saya ambil :)

  6. Letter of Acceptance (LoA). Tentu memiliki LoA mengimplikasikan kesungguhan kita untuk melanjutkan studi. LoA merupakan "senjata ampuh" untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Namun demikian, LoA bersifat opsional. Saya sendiri kala itu belum memiliki LoA. Ketika wawancara saya kemudian menunjukkan bukti pendaftaran ke Universitas tujuan.

  7. Surat Keterangan Kesehatan. Hal yang menjadi perhatian adalah surat ini harus bersumber dari Rumah Sakit Pemerintah. Saya membuat surat ini di RHSH Bandung. Proses yang diperlukan kurang lebih dua hari (karena kita harus melakukan CT Scan). Biaya yang diperlukan kurang lebih 400 ribu. Surat ini terdiri dari tiga macam:
    1. Surat keterangan berbadan sehat,
    2. Surat keterangan bebas narkoba, dan
    3. Surat keterangan bebas TBC (untuk pelamar tujuan luar negeri).
  8. SKCK. Merupakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang menunjukkan bahwa kita tidak pernah melakukan tindakan kriminal. SKCK merupakan syarat yang cukup menantang karena prosesnya harus diurus berdasarkan KTP domisili. Saya mengurus di daerah asal (Banjarbaru, Kalimantan Selatan). Proses mengalir dari tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, sampai Polres. Waktu yang diperlukan beragam, antara 3-5 hari.
Demikian kiranya bagian untuk seleksi administrasi. Untuk tahap berikutnya, yaitu Tahap Seleksi Wawancara (Substantif) bisa dilihat pada halaman berikut: Tips Mendapatkan Beasiswa LPDP: Tes Seleksi Wawancara (Substantif).

Bergeraklah kawan-kawan. Ada kereta mimpi yang harus kita kejar - Ridwan Kamil
Salam,
Antragama Ewa Abbas
Calon Awardee LPDP PK-5x
MSc Candidate at University of Sussex, UK.


You May Also Like

10 komentar