Di Jakarta, Waspadalah Terhadap Pencopetan Ponsel

Kebutuhan konektivitas yang teramat tinggi kadangkala memaksa user untuk menggunakan ponsel dimanapun mereka berada. Nah tentu, salah satu risiko yang kerap mengintai adalah pencopetan ponsel pribadi yang akhir-akhir ini marak terjadi. Terlebih, di pusat kota seperti Jakarta, hal ini tentu bukan menjadi barang baru.

Tapi tahukah anda sekalian, bahwa mengalaminya secara langsung tentu akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. 

Kejadian di Minggu Pagi

Minggu pagi, merupakan waktu yang sangat tepat untuk bersantai. Kala itu saya memilih untuk menghadiri acara pernikahan salah satu sahabat saya, maka jadilah saya memesan GO-JEK untuk pemberhentian pertama menuju ke lokasi. 

Kawasan Senopati cukup lengang, hanya sekian menit GO-JEK pesanan saya sudah datang. Motor pun berhenti, saya kemudian memasang masker dan duduk di belakang driver. 

Tentu hal yang ingin saya lakukan adalah mengabari kolega saya bahwa saya akan memulai perjalanan. Saya membuka aplikasi WhatsApp, memulai mengetik, namun seketika kejadian tak terduga menghampiri.
Ilustrasi: Proses penjambreta (sumber foto)
Dua orang pengendara motor dengan jaket kulit dan helm hitam, menggunakan motor dengan cc lebih besar tiba-tiba dengan cepat menghampiri kami. Dan tanpa sadar, ponsel saya sudah berpindah tangan.

Saya hanya terdiam. Saran untuk berhati-hati terhadap kejahatan ternyata benar-benar harus dimaknai dengan dalam. This is for real, guys. 

Hari itu saya benar-benar lengah. Kejadian di minggu pagi itu benar-benar di luar pengetahuan saya.

Modus Pencopetan Ponsel

Saya merupakan pengguna jasa ojek online (GO-JEK, Grab, dan Uber), mereka seringkali bercerita dan menyarankan kepada saya untuk meningkatkan kewaspadaan ketika:

  1. Berada di daerah macet dan lampu merah yang dekat dengan perkampungan. Pelaku bukan menggunakan kendaraan bermotor, namun pejalan kaki. Modusnya adalah melakukan pencopetan kemudian masuk ke daerah perkampungan.
  2. Berada di pinggir jalan utama ketika keadaan lengang terlebih ketika malam hari. Ketika melakukan proses pemesanan ojek online, pelanggan tentu akan menggunakan ponsel pribadi mereka. Inilah celah yang ditunggu-tunggu oleh pelaku.

Catatan untuk Diri Sendiri 

Nah, saya sendiri tentu semakin menyadari banyak hal. Petuah tentang tidak menggunakan ponsel ketika melakukan perjalanan, atau tidak menggunakan ponsel pada halte busway (termasuk ketika sedang berada di dalam busway) tentu bukan hal yang main-main. 

Mengutip petuah lama, 
“Kejahatan bisa terjadi bukan saja karena ada niat si pelaku, tapi kejahatan juga bisa terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah" - Bang Napi
Sekali lagi, this is for real guys. Percayalah bahwasanya anda selalu diawasi.

Sedikit Keberuntungan

Samsung Galaxy A5 masih kembali ke pelukan saya
Seketika ponsel saya berpindah tangan, pelaku dengan motor besarnya tiba-tiba menjadi "oleng" dan hampir saja terjatuh. Mungkin nasib saya masih baik hari itu, ponsel saya terjatuh ke jalan raya, dan dengan keuntungan motor GO-JEK saya yang masih berhenti, maka jadilah kali ini saya berhasil "mengambil kembali" apa yang menjadi hak saya.

Padahal kalau berhasil dicuri, sedih juga pastinya. Jadi, tetap berhati-hati ya teman :)

You May Also Like

0 komentar