Kota dalam Memoar (I): Mengamati Sudut-Sudut Belfast

Belfast Day 1: Getting There

Terancam Pulang

Kadang kala, beberapa kejadian memang tidak bisa berjalan mulus sesuai rencana. Dalam kasus ini, tantangan pertama muncul ketika saya memutuskan untuk tidak membawa Biometric Residence Permit (BRP) sebagai dokumen pendukung. Alasannya sederhana saja, International Student Center dari kampus saya menyarankan untuk tidak membawa BRP ketika masih berada dalam wilayah United Kingdom (UK) demi alasan keamanan (mencegah hilangnya BRP). Kota tujuan saya, Belfast, tentu masih berada dalam wilayah UK.

Dalam praktiknya, saya hampir saja gagal berangkat karena petugas ‘menanyakan’ mana bukti identitas asli saya. Mereka menganggap bahwa passport yang saya miliki tidak cukup sebagai bukti. Alhasil, setelah berargumen cukup lama dan berupaya menghubungi supervisor petugas tersebut, saya diizinkan untuk tetap melanjutkan penerbangan. 

Pelajaran yang dapat saya ambil ketika melakukan perjalanan via udara, bawa saja BRP untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, cobalah untuk mengkomunikasikan segalanya sebelum menyerah dengan keadaan. Alhasil, waktunya berangkat telah tiba, tibalah waktunya perjalanan via udara dari London menuju Belfast yang akan ditempuh dalam waktu satu jam.

Kemilau Pertama

Setelah melewati segala 'kepayahan' yang ada: tersesat mencari akomodasi, salah mencari shuttle bus terdekat, kelaparan ditengah sore harinya Belfast, saya berhasil mendapatkan kemilau perdana di malam hari Belfast kala itu. Suasana kotanya bisa dibilang cantik. Tidak terlalu ramai, cukup sejuk, ideal dan bisa masuk kategori 'murah' dalam urusan makanan. 

Sat hal lain yang paling membedakan adalah hospitality dari warga sekitar, terasa sekali berbeda apabila dibandingkan dengan kota lainnya. Catatan yang lain, warga di sini terlihat lebih menikmati hidup, lebih banyak menyapa dan tersenyum sehingga suasana kota menjadi lebih hangat. 

Kemudian, kemilau perdana itu berada di Belfast City Hall Christmas Market. Lampu-lampu, penjual makanan, pengunjung, hangatnya malam, semuanya membaur menjadi satu kala itu.
Christmas Market

Belfast Day 2: Game of Throne Tour

Game of Throne (GoT) Tour merupakan alasan utama mengapa saya menjadikan Belfast sebagai salah satu tujuan wisata dipenghujung tahun 2016 ini. Saya mengikuti tour dari www.gameofthronestours.com. Secara menyeluruh, saya memberikan rekomendasi penuh (5/5) karena pelayanan yang sangat profesional. 

Paket wisata yang saya ambil adalah Winterfell Tour, dengan itinerary utama sebagai berikut:
  1. Winterfell Track, dimana pada bagian ini merupakan tempat shooting dari Winterfell, Walder Frey’s Twins,  Robb’s Camp, dll. 
    Walder Frey’s Twins
  2. Inch Abbey: King in the North, merupakan tempat dimana Robb dideklarasikan menjadi King of The North. Merupakan bagian paling menarik karena para peserta dapat mengenakan kostum Stark.
    Me with the Stark's outfit
  3. Tollymore Forest, merupakan tempat dimana opening GoT dari season 1 dibuat. Terdapat pula lokasi Tyrion and Jon’s campfire, dan jembatan dimana Starks menemukan direwolf dan stag dalam keadaan tidak bernyawa.

Lesson Learned from The Tour

Guide dari tour kala itu adalah seorang extra, dimana beliau bermain sebagai pelengkap pada film Game of Throne sehingga memiliki pengetahuan yang sangat baik terhadap film ini. Beliau menjelaskan beberapa hal yang menarik bagi saya:
  1. Sejak dua tahun yang lalu, pertumbuhan ekonomi dirasakan tumbuh sebagai dampak positif dari film ini, terutama dari sisi tourism dan penambahan lapangan kerja. Sebagai bentuk nyata, RyanAir bahkan membuka penerbangan London-Belfast pada tahun awal tahun 2016 lalu. 
  2. Film Game of Throne dibuat dengan sangat serius. Sebagai contoh, untuk opening film pada season 1 selama empat menit dibutuhkan waktu pengerjaan selama delapan minggu. Maka jelas, hasil tidak akan mengkhianati usaha. 
  3. Setiap scene telah dibentuk sedemikian unik sehingga penonton secara tidak sadar memahami dimana lokasi tersebut. Sebagai contoh, ketika kita melihat salju, maka penonton akan langsung memahami bahwa mereka sedang melihat lokasi beyond the wall.

Belfast Day 3: Self City Tour

Setelah beristirahat dari malam yang panjang, saatnya saya memulai perjalanan di hari ketiga ini. Tempat yang menjadi tujuan adalah Titanic Belfast, Nomadic Cherbourg, Victoria Square Shopping Centre, Albert Memorial Clock, dan The Big Fish. 

Titanic merupakan salah satu ikon dari kota Belfast, karena kota ini merupakan tempat dimana kapan tersebut dibuat. Sedangkan Nomadic Cherbourg, merupakan 'adik kecil' dari Titanic. Kedua ikon ini berada disekitar pelabuhan sehingga memberikan suasana maritim yang sangat kuat.
The Nomadic Cherbourg
Untuk destinasi selanjutnya (Victoria Square Shopping Centre, Albert Memorial Clock, dan The Big Fish), bisa ditempuh dalam satu itinerary sekaligus karena lokasinya yang berdekatan. 
Me and The Big Fish

Belfast Day 4: Persiapan Pulang

Sebelum menuju bandara, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi The Queens University of Belfast dan the Ulster Museum. Saya kemudian kembali bersiap untuk trip berikutnya. Demikian Belfast, saya jumpa untuk hari-hari yang lain!

You May Also Like

0 komentar