Tentang Semangat dan Pantang Menyerah

Kali ini, aku biarkan diriku berselimut kegelapan, sembari sedikit menikmati redup benderang di tepian ruang. Aku lantas pernah mendengar, bukankah gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang?

Lantas untuk waktu-waktu yang terlewat, aku mempertanyakan, apakah esensi dari semangat dan memilih tidak menyerah? Aku mempertanyakan, kenapa gerangan aku bisa sampai pada titik ini, melewati segala tantangan untuk setiap tangga-tangga kehidupan?

Permasalahan vs Tantangan

Kembali pada konsep dasar kehidupan, permasalahan adalah konsep dasar dari eksistensi manusia. Perjalanan yang aku lakukan setiap detak dentingnya, tidak bukan adalah ujian. Lantas pada sebuah kesempatan, seorang guru menanamkan nilai yang amat terduga. Permasalahan memiliki konotasi yang kurang baik secara psikologis, dimana membuat perasaan lelah, tidak bersemangat, dan lantas meredup. Lantas pada suatu ketika, sebelah mataku bisa melihat konsep dasar "permasalahan", bahwa ia serupa, dengan kata lainnya disebut "tantangan"

Pandangan akan "tantangan" akan membuat diri menjadi bersemangat, karena sejatinya, kita hanya ingin menemukan "hasrat" dalam kehidupan kita, bukan begitu? Menemui puncak-puncak baru, mengamati benua-benua baru, melihat layang-layang yang tinggi, tidak pernah terbayangkan, semua begitu menyenangkan. 

Hakikat Insan dan Kontribusi

Setiap insan diciptakan tentu memiliki tempat masing-masing. Diantara kita ada yang diciptakan untuk menyalurkan syahdunya malam melalui sajak, sebagian diciptakan untuk berpendapat melalui melodi, begitu pula dengan potongan-potongan lainnya. Bukankah sederhananya, sebagai insan, kita cukup menjalankan bagian kita dengan sebaik-baiknya? 

Tentang Pilihan

Pada suatu malam yang lain, aku mendengarkan kisah tentang dua anak kembar yang dibesarkan oleh seorang ayah yang memiliki sifat "pemabuk". Anak kembar pertama tumbuh sebagai "pemabuk", dimana anak kembar yang lain tumbuh sebagai orang yang "non-alcoholic"

Pertanyaan lantas dihantarkan kepada mereka, kenapakah Anda menjadi orang yang pemabuk/tidak pemabuk? Jawaban kedua anak tersebut sederhana, "karena aku mengamati sifat dan kehidupan Ayah"

Yang membedakan keadaan hidup lantas adalah pilihan mereka. Anak pertama mengamati dari sisi "korban" dan membenarkan apa yang dilakukannya oleh sang Ayah, sedangkan anak kedua mengamati dari sisi lainnya, melihat dampak yang ditimbulkan.

Jadi, pilihan apa yang telah dikau buat hari ini, wahai kawan?

Wujud dari Rasa Syukur

Maka atas dasar rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan, aku memilih untuk terus bersemangat dan memilih tidak menyerah. Aku mengamati bahwa perilaku-perilaku yang ditimbulkan masih jauh dari kata baik, tapi sungguh, sebagai bentuk jawaban atas nikmat-Nya, menyerah sama sekali bukanlah pilihan.

Demikian dari jawaban-jawaban dari pertanyaan ini. Aku hantarkan doa ini ke langit, semoga lantas kita bisa menemui peran yang amat teramat menyenangkan di dunia ini, kemudian berkontribusi untuk sesama. 

Sekali lagi, bangkit dan bersinarlah!

Brighton, 12 Desember 2016, 
Antragama Ewa Abbas 

You May Also Like

1 komentar

  1. Sudut pandang menarik. Jadikan semua masalah sebagai suatu "tantangan"..

    Nice tra..

    ReplyDelete