Representasi dari Visualisasi

Diriku menerawang teramat jauh. Kembali kepada "masa-masa terbaik" dimana visualisasi dari berbagai sudut pandang dengan takjub, datang. Apakah beberapa peran yang dimainkan oleh orang-orang terdahulu tetap sama?

Diriku melihat sebuah visualisasi langkah-langkah yang terjaga masuk dengan tertib ke sebuah gerbang. Dengan tangga bercabang dimana setiap tujuan adalah 'benar'. Di sana terdapat beberapa artefak dimana simbol-simbol 'kejayaan' adalah nyata.

Dari pandangan dengan sudut berada di jajaran dua, diriku menyusuri sebuah lorong, ketepian hingga terus menuju ujung yang teramat aku kenal. Bagian mana yang dapat aku lupakan? Dari tempat sebuah tempat 'terbaik' mengamati rutinitas dari kegiatan yang ada. Percakapan antara insan-insan, gerakan-gerakan terurai, hingga tatapan-tatapan penuh harap yang menemani kesendirian. 

Lantas bergeser menemui tempat-tempat terbaik lainnya, dari segala rutinitas yang telah terjaga dalam kesehariannya. Untuk beberapa hal, apa kabar wahai kalian yang pernah berperan dalam proses perbaikan diri ini? 
Ah sudahkah aku mengatakan bahwa gerbang itu bertuliskan "SMAN 1 Banjarbaru"?
Kembali hidup di 'masa lalu' adalah ketiadaan. Tapi melalui tulisan, ataukah sebuah buku, diriku akan mampu mengenakan kembali baju 'abu-abu' itu?
SMAN 1 Banjarbaru (sumber: google) 
Tertanda,
Antragama

You May Also Like

0 komentar