Alternatif Mendapatkan Kampus (Promotor), Beasiswa, dan Topik untuk Pendidikan Doktoral (S3)

Selepas menyelesaikan pendidikan master pada akhir tahun 2017, saya memang berencana untuk melanjutkan ke pendidikan doktoral (S3). Namun demikian, saya mencoba terlebih dahulu untuk menambah pengalaman saya di industri dengan bergabung di management consulting firm, Accenture. Sembari bekerja, pada saat inilah saya mulai mencoba untuk mendaftar pada beberapa kesempatan untuk pendidikan doktoral, namun sayangnya belum membuahkan hasil. 

Salah satu kendala yang saya hadapi adalah trade-off  antara a) kampus (promotor), b) ketersediaan beasiswa (funding), atau c) topik. Contoh kasus yang saya alami: saya pada waktu itu ingin mendalami topik Robotic Process Automation, namun sulit sekali mencari kampus dan beasiswa yang tersedia (karena topik ini relatif baru). Salah universitas dan promotor yang menyediakan topik itu adalah School of Information System, Queensland University of Technology (QUT), namun saya belum berhasil menembus persaingan untuk bisa melanjutkan studi di sana. 

Alternatif: Funded PhD Project

Pada tahun kedua, saya 'mendapatkan ilham' untuk mendaftar funded PhD project. Pendaftaran melalui cara ini biasanya sudah merupakan paket lengkap: a) kampus (promotor) yang tersedia, b) ada beasiswa, c) arah topik sudah ditentukan. Promotor biasanya mendapatkan research grant untuk terlibat dalam proyek penelitian, sehingga membutuhkan mahasiswa PhD untuk melakukan eksekusi pada penelitian tersebut. Saya mendaftar pada dua PhD project  dan Alhamdulillah dua-duanya berbuah manis. 

Wageningen University & Research - WUR: Smart Indonesian Agriculture (Smart-In-Ag)

Program ini bekerja sama dengan IPB untuk melakukan riset terkait penerapan Internet of Thing (IoT) pada konteks agriculture di Indonesia. Salah satu keuntungan mendaftar pada program ini adalah calon penerima beasiswa haruslah berwarganegara Indonesia (karena proses riset mencakup investigasi lapangan). Hipotesis saya, bisa jadi informasi adanya peluang beasiswa ini hanya diketahui segelintir orang, sehingga kompetisinya cenderung tidak terlalu ketat. 

TU Delft: Business Models for Data Platforms

 Proyek riset ini akan lebih mengarah ke model bisnis untuk platform data, yang detil informasinya dapat dilihat pada website academic transferBerbeda dengan kasus sebelumnya, proyek ini berada pada skala Uni Eropa sehingga kompetisinya cenderung ketat dan harus dipersiapkan lebih maksimal. Pada akhirnya, saya lebih cenderung untuk memilih opsi ini karena topik penelitian yang memang lebih mengarah pada keilmuan Sistem Informasi (pada opsi pertama titik beratnya adalah pada fungsi protokol, API, jaringan - yang cenderung mengarah pada keilmuan Teknik Informatika). 

Alur Pendaftaran

Apabila saya generalisasi, alur pendaftaran cenderung sama untuk dua kasus di atas, mirip dengan melakukan aplikasi kerja:
  1. Setelah mengetahui informasi dan dikira merasa cocok, pada awalnya akan melengkapi kelengkapan administrasi: Mengirimkan CV, kemampuan bahasa inggris, contoh publikasi, dan motivation letter, dll.
  2. Wawancara dan/atau Forum Group Discussion (FGD), dengan frekuensi yang bervariasi
  3. Proposal riset
Proses pendaftaran saya kurang lebih memakan waktu tiga bulan.
Demikianlah kiranya alternatif untuk proses pencarian tiga kriteria untuk melanjutkan pendidikan doktoral. Semoga membantu.

Comments

Popular Posts

Kerja Praktek Chevron : Persyaratan KP, Tips dan Trik :)

Rekayasa Perangkat Lunak (I): Contoh System Requirement Kantin Borju ITB

MT STAR 2018: Sebuah Pengharapan