Mengapa Konsultan? Mengapa Accenture?

Berawal dari proyek baru salah satu rekan yang meminta saya menjadi narasumber:
https://youtu.be/Rp6j5lRcNkU
Saya menjadi banyak mendapatkan email dan direct message untuk menjawab beberapa pertanyaan lanjutan. Saya tertarik untuk melakukan elaborasi mengenai dampak positif apa yang saya dapatkan setelah tidak lagi bekerja pada bendera Accenture (karena saya sekarang sedang melanjutkan pendidikan doktoral)

Kehidupan selepas resign 

Berikut kiranya beberapa lima peningkatan utama yang saya rasakan; yang dapat saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara umum. 

Proaktif 

Kebiasaan mengambil inisiatif terlebih dahulu dalam menyelesaikan satu tantangan menurut saya cukup mengakar pada kehidupan selepas resign. Selama menjadi konsultan, kerap kali kita harus berada dalam posisi aktif, melakukan drive atas segala inisiatif atas kemajuan proyek kita. 

Penentuan prioritas 

Karena metode pembayaran seorang konsultan biasanya berdasarkan waktu (dalam hal ini hourly rate), maka memisahkan mana tasks yang akan mendekatkan kita kepada tujuan secara signifikan tentu merupakan hal yang diperlukan. 

Pemecahan kompleksitas masalah 

Dengan kompleksnya satu masalah, memecah satu tujuan besar menjadi beberapa milestones yang dapat dijangkau pada rentang waktu tertentu adalah keharusan. Ini penting untuk menurunkan tingkat stres. 

Latihan menghadapi tekanan tinggi 

Tekanan seorang konsultan saya rasakan teramat tinggi, dan sangat berbanding lurus dengan tingkat stres dan ketenangan. Saya ingat pada waktu-waktu tertentu saya dalam rentang jangka waktu yang lumayan (mungkin mingguan) tidak bisa tidur dengan tenang karena mengejar deliverable proyek. Namun demikian, saya melihat ini merupakan latihan yang baik (asal tidak dalam waktu yang sangat lama) karena meningkatkan imunisasi dan threshold tekanan yang dapat saya tahan. 

People management skills 

Kita harus mengerti how to play. Bagaimana menghadapi klien, rekan, maupun atasan. Dengan negosiasi yang baik, kita terbiasa berupaya untuk berpikir win-win solution. 

Hal yang perlu diperhatikan 

Terkadang dengan tekanan yang intens, ada kalanya saya merasa waktu berlalu sangat cepat; lupa untuk menjadi manusia. Dengan banyaknya permintaan dari berbagai sisi, perasaan overwhelming dan burn out akan menjadi santapan sehari-hari.

Bahkan rekan saya ada yang mengamati pola hidup saya setelah bergabung pada consulting firm: 1) saya tidak lagi menulis blog; 2) saya lenyap dari sosial media. 

Untungnya, Accenture banyak memiliki banyak sekali program untuk mengatasi hal-hal seperti ini. Salah satu contohnya adalah program corporate wellness, meditation and transformation. Sungguh, saya merasa dikelilingi lingkungan dan orang-orang baik. 

Comments

Post a comment

Popular Posts

Kerja Praktek Chevron : Persyaratan KP, Tips dan Trik :)

Rekayasa Perangkat Lunak (I): Contoh System Requirement Kantin Borju ITB

MT STAR 2018: Sebuah Pengharapan